Tuesday, 1 July 2014

OSI (OPEN SYSTEM INTERCONNECTION) LAYER




1. Pengertian
OSI layer adalah : OSI layer kepanjangan dari (Open System Interconection) membantu seorang desainer memahami tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komonikasi data, atau bisa di sebut juga dengan pemrosesan data dari pembuatan, pengecekan, dan lain lain sampai pada proses akhir yaitu pengiriman data.
2. Sejarah
Pada 1970an Internasional Organization for Standarization (ISO) membuat Referensi Open Systems Interconnection (OSI) untuk
kebutuhan kompatibelitas.
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan computer sangat tergantung kepada pemasok(vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan computer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok(vendor) yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protocol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protocol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi
 3. Tujuan Penggunaan OSI LAYER
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap‐tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.
Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing‐masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard
4. Manfaat Penggunaan OSI LAYER
   *Membuat peralatan vendor yang berbeda dapat saling bekerjasama
     *Membuat standarisasi yang didapat dipakai vendor untuk mengurangi kerumitan perancangan
     *Standarisasi interfaces
     *Kerjasama dan komunikasi teknologi yang berbeda
   *Memudahkan pelatihan network
5. Model OSI LAYER
 
“Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Sedangkan
Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
 6. OSI vs TCP/IP